Minggu, 06 Juli 2025

Tawa dari Mr.R

kau dan aku,

di bawah rembulan separuh malu,

tertawa di antara deru kota

dan senyap malam yang menepi.

aku tak pernah tahu mengapa,.

kau betah di antara gelas kopi

dan diantara tawa orang-orang,

sedang aku sibuk mencari sudut paling sepi

yang cukup untuk menyendiri,

engkau menarik tanganku dari lubang gelap yang sendu

tanpa gaduh, tanpa tergesa.

engkau selalu menantiku di pojok sana.,

persekian detik waktu seolah mengendap

dan dadaku mulai berbunga

kupu-kupu kembali berdansa

dalam perut yang entah sejak kapan melebar

bolehkah aku mencinta?

bolehkah aku kembali jatuh cinta?

untuk, kesekian kalinya?

Sabtu, 24 Mei 2025

Surat untuk tuhan

Tuhan,

semua berlarian ke arah-Mu

menyebut nama-Mu dalam tangis,

dalam harap,

dalam tunduk yang kadang tak mereka mengerti.

Namun aku,

aku memilih menjauh.

aku membencimu.

aku tak ingin lagi memahami bagaimana aturan takdirmu.

Mengapa Engkau menutup mata

mengapa engkau begitu buta?

atas derita yang begitu nyata?

Mengapa Engkau tuli?

mengapa engkau menutup telinga?

atas tangis umatmu yang menjadi sunyi

seakan akan luka menjadi pelajaran hidup yang tak mampu di mengerti.

Tuhan

Semua Kau perhitungkan di akhirat.

lalu, untuk apa kehidupan?

jika keadilan hanya akan hadir setelah kematian?

Apakah kami hidup hanya untuk diuji?

lalu mati untuk diadili?

betapa sialnya, roh” yang memilih untuk hidup di dunia bajingan ini?

Bagaimana dengan mereka yang tersungkur?

betapa tak adilnya.

Tuhan,

Jika engkau memilih untuk buta, tuli dan lumpuh terhadap jeritan umatmu

maka aku memilih membalas dendamku diatas heningmu.

Rabu, 14 Mei 2025

Tanpa Judul

Ada tempat yang tak lagi kusebut,

namanya tersimpan di antara angin,

di mana ranting berbicara pelan

dan dedaunan menunduk seperti paham.

Langkahku mengendap di sana,

menyelinap di sela aroma tanah basah,

menyaksikan cahaya yang tak datang terburu,

dan suara yang tak meminta jawab.

Langit tak begitu biru,

namun resah bersembunyi dibalik teduh,

di bawah puncaknya, segala luka tak perlu menjadi kata.

Kadang aku rindu,

pada pohon yang menari

pada kicauan burung menyambut pagi, angin berbisik lirih,.

sunyi tak terasa sepi,

ia menyambut lukaku

mendekapku dan membuatku kembali utuh,,

Arjuno, Juli 2024

Minggu, 04 Mei 2025

The other

I was born to be the other woman

the name you never say out loud,

the shadow behind your sunlight,

a secret stitched into silence.

You hold her hand in daylight,

but your eyes still memorize my shape

in the dimness of your regrets.

I do not ask to be chosen.

I only stay

where your heart runs

when it thinks no one’s looking.

Rabu, 23 April 2025

Aku adalah Aku

Sejak kecil, aku telah terbiasa berjalan sendiri. Di tengah keramaian, aku sering merasa asing, seolah tawa yang bergema tak pernah menyisakan ruang untukku. Kata orang, aku terlalu kaku, terlalu serius. Seolah kejujuran adalah sebuah kesalahan, sesuatu yang harus dibungkus rapat agar bisa diterima.

Namun aku tidak bisa menjadi seperti itu. Aku belajar untuk berkata tidak pada hal-hal yang tak mengisi jiwaku. Aku menolak menjadi dua wajah dalam satu waktu. Bagiku, hidup bukanlah panggung untuk tipu-tipu. Aku lebih memilih menjadi diriku sendiri, walau itu berarti berjalan sendirian lebih sering daripada bersama.

Ketika mereka menjauh, aku sempat bertanya dalam hati

"apakah ada yang salah dalam diriku?" Namun waktu mengajariku perlahan, bukan aku yang salah, hanya saja tidak semua orang bisa berjalan dalam arah yang sama. Tidak semua hati bisa saling memahami, dan itu tak mengapa.

Aku tahu kini, bahwa bukan tugasku untuk menyenangkan semua orang. Bukan kewajibanku untuk memenuhi ekspektasi mereka. Aku adalah aku. Aku terlahir sendiri, dan kelak pun akan mati seorang diri.

Selama aku berjalan dengan jujur dan utuh, aku tidak akan kehilangan apa-apa. Aku tidak takut kehilangan apa-apa.

Karena menjadi diriku sendiri adalah bentuk kemenangan yang paling indah. kemenangan yang mutlak. Meski mungkin, tidak semua pihak akan menyambutnya dengan baik.

Senin, 14 April 2025

Di antara retak yang tak terdengar

Ada, ada jejak yang tak berpijak, 

membekas pada lantai waktu 

dan lorong yang gelap 

aku berjalan, diantara musim dan hujan deras sebelum mekar


Mereka berkata, angin tak memiliki aroma,

 namun, aku mengingat setiap hembusannya 

pada malam malam aku kehilangan

dan, kehilangan bukanlah hal yang sederhana


ia adalah bunyi paling lirih, 

yang tak mampu ditangisi

karena airmataku pun enggan jatuh,, 

pada sesuatu yang takkan pernah kembali.


Aku duduk di sisi terang 

dikhianati bayangan, 

memandang raga di koyak luka 

ia indah, namun penuh dendam


Tak semua yang patah terlihat bengkok, 

dan tak semua yang utuh merasa lengkap.


Aku bukanlah kepergian, 

bukan pula awal dari kebaruan. 

Aku hanyalah detik 

yang memilih diam saat takdir menghantam keras.


Dan bila jiwaku memilih pergi, 

itu bukan karena aku tak ingin tinggal,

tetapi karena beberapa rumah, 

tak dibangun untuk orang yang pernah terbakar.

Selasa, 08 April 2025

sepotong ayam goreng dari ibu

Sepotong ayam goreng

terhidang tanpa kata

sebuah kasih dari tangan yang letih.

Ibuku,

dengan wajah yang dilipat usia,

dan tubuh yang menua

tanpa sempat memanjakan diri,

serta waktu yang terus mencuri tenaganya.

Ia duduk memandangi piring,

hanya nasi yang tersisa.

Lauk terakhir?

Telah mendarat di piringku,

agar esokku tak kelaparan

walau masa depanku,

masih kupandang dengan enggan.

Aku sering mengeluh lelah

terkadang aku ingin menyerah

tanpa sadar,

ada jiwa yang lebih letih dariku,

tapi tak pernah bersuara.

Ibuku tak pernah berkata apapun

walau terkadang tatapannya dingin

masih kurasakan ikatan tulus yang murni

Ia tak pernah menuntutku untuk menjadi apa

atau seperti apa

Ia hanya ingin aku menjadi anak yang baik,

dan aku,

dalam diam, merasa telah gagal

membalas segala cinta

yang ia suguhkan dalam setiap hidangan.

Jum’at Kelabu

​ Jumat Kelabu Gagak tua melintas bisu di balik pias jendelaku orang-orang pergi berkabung  pada mereka yang telah gugur kau tahu, bagai...