Selasa, 08 April 2025

sepotong ayam goreng dari ibu

Sepotong ayam goreng

terhidang tanpa kata

sebuah kasih dari tangan yang letih.

Ibuku,

dengan wajah yang dilipat usia,

dan tubuh yang menua

tanpa sempat memanjakan diri,

serta waktu yang terus mencuri tenaganya.

Ia duduk memandangi piring,

hanya nasi yang tersisa.

Lauk terakhir?

Telah mendarat di piringku,

agar esokku tak kelaparan

walau masa depanku,

masih kupandang dengan enggan.

Aku sering mengeluh lelah

terkadang aku ingin menyerah

tanpa sadar,

ada jiwa yang lebih letih dariku,

tapi tak pernah bersuara.

Ibuku tak pernah berkata apapun

walau terkadang tatapannya dingin

masih kurasakan ikatan tulus yang murni

Ia tak pernah menuntutku untuk menjadi apa

atau seperti apa

Ia hanya ingin aku menjadi anak yang baik,

dan aku,

dalam diam, merasa telah gagal

membalas segala cinta

yang ia suguhkan dalam setiap hidangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...