Sepotong ayam goreng
terhidang tanpa kata
sebuah kasih dari tangan yang letih.
Ibuku,
dengan wajah yang dilipat usia,
dan tubuh yang menua
tanpa sempat memanjakan diri,
serta waktu yang terus mencuri tenaganya.
Ia duduk memandangi piring,
hanya nasi yang tersisa.
Lauk terakhir?
Telah mendarat di piringku,
agar esokku tak kelaparan
walau masa depanku,
masih kupandang dengan enggan.
Aku sering mengeluh lelah
terkadang aku ingin menyerah
tanpa sadar,
ada jiwa yang lebih letih dariku,
tapi tak pernah bersuara.
Ibuku tak pernah berkata apapun
walau terkadang tatapannya dingin
masih kurasakan ikatan tulus yang murni
Ia tak pernah menuntutku untuk menjadi apa
atau seperti apa
Ia hanya ingin aku menjadi anak yang baik,
dan aku,
dalam diam, merasa telah gagal
membalas segala cinta
yang ia suguhkan dalam setiap hidangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar