Pada akhirnya, kau sama saja seperti mereka.
Mereka yang memandang hidupku dari kejauhan, lalu merasa berhak menjatuhkan putusan atas luka-luka yang tak pernah mereka tanggung.
Bedanya, mereka tidak tahu.
Sedangkan kau tahu.
Kau tahu betapa panjang malam-malam yang harus kulewati seorang diri. Kau tahu betapa sering aku berunding dengan diriku sendiri hanya untuk bertahan sampai esok hari. Kau tahu berapa banyak pil yang kutelan agar kepalaku tidak sepenuhnya tenggelam dalam kegelapan. Kau tahu bagaimana suaraku pecah oleh tangis ketika tak ada seorang pun yang tinggal untuk mendengarkan.
Kau tahu semuanya.
Dan mungkin itulah yang paling menyedihkan.
Sebab luka yang diberikan orang asing hanya melukai permukaan. Namun luka yang datang dari seseorang yang mengetahui seluruh cerita hidupku akan menetap jauh lebih dalam.
(diam-diam berakar di tempat yang tak dapat dijangkau siapa pun.)
Ada masanya aku mengira pengetahuanku tentangmu akan membuatku lebih mudah memaafkan perilaku burukmu kepadaku. Namun semakin lama aku menyadari bahwa yang sulit untuk kuterima bukanlah kepergianmu, melainkan kenyataan bahwa kau pergi setelah mengetahui segalanya.
Setelah menyaksikan betapa kerasnya aku berusaha tetap hidup.
Setelah mengetahui berapa kali aku jatuh.
Setelah memahami betapa sepinya perjalanan yang harus kutempuh.
Dan tetap saja, kau memilih tidak berada di sisiku.
Kadang aku berpikir, seandainya aku tidak megenalmu, seandainya aku tidak perlu menggantung harapanku pada langit langit cintamu, seandainya aku tidak melihatkan retakku dan kau tidak pernah mengetahui semua itu, mungkin aku tidak akan sekecewa ini.
Namun kau tahu.
Kau tahu, lalu tetap meninggalkanku pada musim paling dingin dalam hidupku.
Maka kelak, ketika namamu datang kembali ke dalam ingatan, aku tidak akan mengenangmu sebagai seseorang yang pernah kucintai dengan begitu besar.
Aku akan mengenangmu sebagai seseorang yang pernah melihat seluruh reruntuhanku dari dekat, mendengar seluruh kisah dukaku hingga tuntas, lalu berbalik pergi seolah semua itu bukan apa-apa.
Aku akan mengingatnya.
Seumur hidupku. Bukan karena aku masih mencintaimu, melainkan karena aku pernah begitu percaya bahwa seseorang yang mengetahui seluruh penderitaanku tidak akan meninggalkanku sendirian di dalamnya. Namun aku ternyata keliru. Dan beberapa kekeliruan, sekali terjadi, akan tinggal bersama kita sepanjang usia.