Waktu berjalan perlahan,
meneteskan detik dengan suara yang hampir tak terdengar.
Namun manisku,
entah mengapa ingatanku kian hari kian memudar.Tanggal-tanggal jatuh seperti dedaunan.yang tak sempat kusimpan di buku harian.
begitu cepat ia berlalu, atau aku yang telah mudah melupakan segala sesuatu.
aku melupakan hari ketika aku hadir di bumi, atau bahkan hari dimana semesta menghadirkan anugerah seindah kamu selang beberapa waktu kehadiranku.
dan berkali-kali aku bertanya pada langit mendung, tentang
“hari apa saat ini?” atau
“tanggal berapa hari ini?”
Seolah-olah tanggalan menjadi hilang di telan ingatan.
hanya ada namamu, yang bersemayam di dadaku.
Tanpamu, hari-hari terasa begitu cepat melesat. tiba-tiba senja, tiba-tiba malam, tiba-tiba aku menangis, meraba-raba kapan semesta menjadi baik, menghadirkan dirimu untuk memenuhi seluruh ruang di hatiku.
selamat ulang tahun manisku,
dan aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar