aku tak pernah menyesali
tak sekalipun menyesali
meski sesak hingga depresi
meski terkadang, ingin bunuh diri
akibat luka,
akibat trauma..
akibat, sentuhan yang tak ku inginkan
bait bait aksara kutulis untuk seorang lelaki
yang begitu bengis
begitu bajingannya
hingga hatiku terasa perih
namun aku tak mampu membenci
ada ruang,
sebab akibat
mengapa aku jatuh cinta,
begitu dalam,
begitu sakit,
begitu getir kuingat kembali,
aku jatuh cinta,
dengan logika.
dengan perasaan.
dengan keraguan.
dan, dengan..
dengan keyakinan seyakin yakinnya.
wahai cinta yang tak memandang rupa
wahai kasih yang begitu malang
bengis harpa jiwa tiada
ragamu pernah kugenggam
namun, hatimu tak sekalipun ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar