Rabu, 16 Juli 2025

Jatuh cinta pada pecundang

aku tak pernah menyesali

tak sekalipun menyesali

meski sesak hingga depresi

meski terkadang, ingin bunuh diri

akibat luka,

akibat trauma..

akibat, sentuhan yang tak ku inginkan

bait bait aksara kutulis untuk seorang lelaki

yang begitu bengis

begitu bajingannya

hingga hatiku terasa perih

namun aku tak mampu membenci

ada ruang,

sebab akibat

mengapa aku jatuh cinta,

begitu dalam,

begitu sakit,

begitu getir kuingat kembali,

aku jatuh cinta,

dengan logika.

dengan perasaan.

dengan keraguan.

dan, dengan..

dengan keyakinan seyakin yakinnya.

wahai cinta yang tak memandang rupa

wahai kasih yang begitu malang

bengis harpa jiwa tiada

ragamu pernah kugenggam

namun, hatimu tak sekalipun ada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...