aku ini orang tak punya
bertahan hidup terkadang susah
namun aku masih sempat tertawa melakukan pendakian makan mie ayam
dan segala hal yang aku suka
orang miskin tak boleh menyerah pada keadaan katanya...
tak pantas bagi kami mendalami luka, kecewa, dan amarah.
atau memikirkan sistem negara yang rusak entah sejak kapan..
pada hukum yang tak berpihak dan langkah-langkah kecil kami, untuk mencari nafkah
aku menggugat.
kepada bumi yang kupijak
dan para tikus yang sedang berpesta di atas penderitaan rakyat jelata
dan aku berteriak.
ketika kaki aparat menginjak brutal
ketika koruptor menjadi dewa dalam puja rakyat
lalu aku bertanya-tanya,
mengapa aku tak mati begitu cepat?
seperti Tan yang mati ditembak,. seperti Munir yang diracun di pesawat,. atau bahkan Wiji Thukul.. yang hilang diculik aparat.
doa ibu... bisik malaikat.
mengapa aku tak cacat setelah tertembak?
doa ibu... bisik malaikat,.
panci kosong di rumahku menjadi saksi tentang manusia merdeka yang menderita
dalam bait harmoni negeri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar