Rabu, 30 Juli 2025

Panci kosong dan Doa ibu

aku ini orang tak punya

bertahan hidup terkadang susah

namun aku masih sempat tertawa melakukan pendakian makan mie ayam

dan segala hal yang aku suka

orang miskin tak boleh menyerah pada keadaan katanya...

tak pantas bagi kami mendalami luka, kecewa, dan amarah.

atau memikirkan sistem negara yang rusak entah sejak kapan..

pada hukum yang tak berpihak dan langkah-langkah kecil kami, untuk mencari nafkah

aku menggugat.

kepada bumi yang kupijak

dan para tikus yang sedang berpesta di atas penderitaan rakyat jelata

dan aku berteriak.

ketika kaki aparat menginjak brutal

ketika koruptor menjadi dewa dalam puja rakyat

lalu aku bertanya-tanya,

mengapa aku tak mati begitu cepat?

seperti Tan yang mati ditembak,. seperti Munir yang diracun di pesawat,. atau bahkan Wiji Thukul.. yang hilang diculik aparat.

doa ibu... bisik malaikat.

mengapa aku tak cacat setelah tertembak?

doa ibu... bisik malaikat,.

panci kosong di rumahku menjadi saksi tentang manusia merdeka yang menderita

dalam bait harmoni negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...