ia lahir dari bisu langit
indah sekaligus menggoda,
sekilas cahaya yang terguncang
antara menyembunyikan dan menyingkap,
aku menatapnya dari jarak yang tak terjangkau
sembari menari diantara bayangannya,
menyulam sisa sisa terang yang terbuang,
menghela nafas seakan waktu tak bernaung
barangkali, ia melihatku
memelukku, dan menatapku jauh,
lebih dalam..
namun nampaknya, tatapnya tak jatuh padaku
ada tatapan lain yang ia sembunyikan,
entah pada gelap yang merangkulnya,
atau pada cahaya yang perlahan ditinggalkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar