Selasa, 03 Februari 2026

Gerhana dan Angan

ia lahir dari bisu langit 

indah sekaligus menggoda,

sekilas cahaya yang terguncang

antara menyembunyikan dan menyingkap,


aku menatapnya dari jarak yang tak terjangkau

sembari menari diantara bayangannya,

menyulam sisa sisa terang yang terbuang,

menghela nafas seakan waktu tak bernaung


barangkali, ia melihatku 

memelukku, dan menatapku jauh, 

lebih dalam..


namun nampaknya, tatapnya tak jatuh padaku 

ada tatapan lain yang ia sembunyikan,

entah pada gelap yang merangkulnya,

atau pada cahaya yang perlahan ditinggalkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...