Selasa, 03 Februari 2026

belum ada judul

aku telanjang tanpa busana

berayun ayun dipojok istana 

menanti tuan yang pergi dikala senja 

dikala mentari sedang cantik cantiknya


sentuhan itu menjarah tubuhku

jantungku kaku tertunduk melesuh

kakiku lumpuh berusaha menjauh

namun jari jemariku tetap berusaha menggapaimu 

menggapai cinta yang tak pernah bersemayam dalam diriku.,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...