Tuan yang ku cinta,
mungkinkah masih ada seonggok pesan darimu yang masih
kunanti dengan bahagia?
mungkinkah masih ada sekilas senyummu yang datang
membawa kabar gembira?
kabar kabar suka menjadi duka,
kita terpisah tanpa aba - aba
Mengapa?
Tuan yang ku cinta,
Bolehkah aku menyimpanmu di sudut hatiku yang paling dalam?
di dalam ruang sunyi tanpa bayang-bayang kelam,
Bolehkah aku mencintamu di akhir nafas yang ada?
dalam detik-detik sepi yang terus merayap,
sembari mengucap namamu tanpa suara,
menjadi rahasia yang tak seorangpun mengetahuinya
Tuan yang ku cinta,
aku mencintaimu dalam diam dan pasrah
dalam ketidakmampuan
dalam bayang angan
dan, dalam kerinduan yang amat dalam
jikalau aku adalah mawar yang kau damba,
akankah engkau memilihku di kehidupan selanjutnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar