Ada, ada jejak yang tak berpijak,
membekas pada lantai waktu
dan lorong yang gelap
aku berjalan, diantara musim dan hujan deras sebelum mekar
Mereka berkata, angin tak memiliki aroma,
namun, aku mengingat setiap hembusannya
pada malam malam aku kehilangan
dan, kehilangan bukanlah hal yang sederhana
ia adalah bunyi paling lirih,
yang tak mampu ditangisi
karena airmataku pun enggan jatuh,,
pada sesuatu yang takkan pernah kembali.
Aku duduk di sisi terang
dikhianati bayangan,
memandang raga di koyak luka
ia indah, namun penuh dendam
Tak semua yang patah terlihat bengkok,
dan tak semua yang utuh merasa lengkap.
Aku bukanlah kepergian,
bukan pula awal dari kebaruan.
Aku hanyalah detik
yang memilih diam saat takdir menghantam keras.
Dan bila jiwaku memilih pergi,
itu bukan karena aku tak ingin tinggal,
tetapi karena beberapa rumah,
tak dibangun untuk orang yang pernah terbakar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar