Jumat, 25 September 2026

Jum’at Kelabu

​Jumat Kelabu

Gagak tua melintas bisu

di balik pias jendelaku

orang-orang pergi berkabung 

pada mereka yang telah gugur


kau tahu, bagaimana wujud duka itu?

ia seperti ranting rapuh

yang melapuk ditelan waktu 

kau tak akan sempat berlari, 

kau tak akan sempat sembunyi 

karena ia, lambat laun mengejarmu 

(mencarimu hingga di titik akhirmu)


kesedihan, penderitaan, 

kesengsaraan menjelma pekat, 

membuat langit menderu

membuat bau anyir di sekelilingmu

bak daging mentah membusuk,

(aku rasa itu hatiku, aku rasa begitu)

Kamis, 03 September 2026

Di sini,

​Manisku, 

aku menunggu,

pada detik-detik daun gugur, 

pada aroma tubuh yang diam-diam mengusik rindu.


aku menunggu,

pada langit mendung kelabu, 

pada rembulan yang malu

(karena kalah pada indahnya senyummu)


aku menunggu, 

entah hingga esok,

entah hingga ribuan windu,

atau hingga.,

jantungku berhenti berdegup.

Aku & Syair Kematian

​ketika kelak waktuku tiba 

malaikat pencabut nyawa menyapa 

tak perlu kau turut memandikan 

jasadku yang dingin profan

cukup kau singkapkan kafan perlahan 

pandang wajahku dalam senyuman 

lalu bacakan puisi-puisi kenangan 

yang pernah menggiring hidupku 

menuju sunyi alam kematian

Jum’at Kelabu

​ Jumat Kelabu Gagak tua melintas bisu di balik pias jendelaku orang-orang pergi berkabung  pada mereka yang telah gugur kau tahu, bagai...