Jumat Kelabu
Gagak tua melintas bisu
di balik pias jendelaku
orang-orang pergi berkabung
pada mereka yang telah gugur
kau tahu, bagaimana wujud duka itu?
ia seperti ranting rapuh
yang melapuk ditelan waktu
kau tak akan sempat berlari,
kau tak akan sempat sembunyi
karena ia, lambat laun mengejarmu
(mencarimu hingga di titik akhirmu)
kesedihan, penderitaan,
kesengsaraan menjelma pekat,
membuat langit menderu
membuat bau anyir di sekelilingmu
bak daging mentah membusuk,
(aku rasa itu hatiku, aku rasa begitu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar