Manisku,
aku menunggu,
pada detik-detik daun gugur,
pada aroma tubuh yang diam-diam mengusik rindu.
aku menunggu,
pada langit mendung kelabu,
pada rembulan yang malu
(karena kalah pada indahnya senyummu)
aku menunggu,
entah hingga esok,
entah hingga ribuan windu,
atau hingga.,
jantungku berhenti berdegup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar