kau dan aku,
di bawah rembulan separuh malu,
tertawa di antara deru kota
dan senyap malam yang menepi.
aku tak pernah tahu mengapa,.
kau betah di antara gelas kopi
dan diantara tawa orang-orang,
sedang aku sibuk mencari sudut paling sepi
yang cukup untuk menyendiri,
engkau menarik tanganku dari lubang gelap yang sendu
tanpa gaduh, tanpa tergesa.
engkau selalu menantiku di pojok sana.,
persekian detik waktu seolah mengendap
dan dadaku mulai berbunga
kupu-kupu kembali berdansa
dalam perut yang entah sejak kapan melebar
bolehkah aku mencinta?
bolehkah aku kembali jatuh cinta?
untuk, kesekian kalinya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar