Minggu, 06 Juli 2025

Tawa dari Mr.R

kau dan aku,

di bawah rembulan separuh malu,

tertawa di antara deru kota

dan senyap malam yang menepi.

aku tak pernah tahu mengapa,.

kau betah di antara gelas kopi

dan diantara tawa orang-orang,

sedang aku sibuk mencari sudut paling sepi

yang cukup untuk menyendiri,

engkau menarik tanganku dari lubang gelap yang sendu

tanpa gaduh, tanpa tergesa.

engkau selalu menantiku di pojok sana.,

persekian detik waktu seolah mengendap

dan dadaku mulai berbunga

kupu-kupu kembali berdansa

dalam perut yang entah sejak kapan melebar

bolehkah aku mencinta?

bolehkah aku kembali jatuh cinta?

untuk, kesekian kalinya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...