Sabtu, 07 September 2024

lagi dan lagi

aku tak tau mengapa 
perasaan itu terus muncul
menggerogoti batinku 
menusuk relung jiwaku
ia, seakan akan mecekikku
menarikku kedalam lubang yang sama
kegelapan yang dalam

iblis itu, datang lagi
ia tak senang melihatku tertawa 
ia, membenci senyumanku
ia mencekikku erat
memaksaku untuk memutus harap
bagiku, kebahagiaan adalah awal malapetaka 

ia menari diantara penderitaan 
ia tertawa diatas tangisan
harapanku perlahan sirna
aku tak berani berharap
ragaku kosong
jiwaku hampa
aku tlah mati sejak lama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jum’at Kelabu

​ Jumat Kelabu Gagak tua melintas bisu di balik pias jendelaku orang-orang pergi berkabung  pada mereka yang telah gugur kau tahu, bagai...