Rabu, 28 Agustus 2024

Lelaki yang pergi dengan senyuman

rembulan bulat telanjang
hening malam penuh harapan
diantara dinginnya jiwa
ia datang membawa cinta 
menjulurkan tangan 
memberi bantuan

perlahan demi perlahan 
ia mendekapku kedalam pelukan
membelaiku semakin dalam,
memberiku kehangatan
batinku bergejolak, jantungku berdegup kencang.,
ia, mengajariku dosa..
katanya, "tubuhku menyenangkan"

aku terbuai 
tenggelam dalam kenikmatan 
inginku dekap dalam dalam
seluruh jiwanya..
seluruh raganya,.
namun, sayang
ia menghentikan permainan
menyisahkan aku, dan kenangan

aku terdiam terpenjara 
menatap punggungnya yang mulai menjauh dari pandangan mata

sial,,
lelaki itu, pergi dengan senyuman 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...