Minggu, 02 Juni 2024

Karya yang gagal

ibu, bolehkah aku menangis dalam pelukmu?
bolehkah aku merenung disisimu?
bolehkah aku mengeluh tentang hari" berat yang kulalui?
bolehkah aku bercerita tentang resah, sedih, dan bahagia ku?

bu, mengapa tatapanmu begitu dingin padaku?
mengapa telapak tangan selembut sutra itu sangan panas mengenai tubuhku?
mengapa suara indahmu menjadi pedang yang menusuk jiwaku?

bu, rasa rasanya dunia yang kulalui cukup berat
aku hampir kehilangan arah
aku bingung menemukan jalan
aku berlari kesana kemari, melakukan yang terbaik agar tidak mengecewakanmu

bu, jika ruang kosong yang ada diantara kita tak pernah dapat dihilangkan, maka tak mengapa..
aku tak pernah membenci engkau, aku tak pernah menyalahkan engkau atas hal itu
bu, aku akan mencintaimu selalu, 
walau ku sembunyikan rapat rapat, didalam relung jiwaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...