Kamis, 06 Juni 2024

Gadis kecil yang patah

Oh, gadis kecil yang patah
kasihannya dikau
ia selalu ditimpa kemalangan 
kesana kemari dengan kaki telanjang
sekujur tubuhnya gemetar, batinnya menangis kencang

oh, gadis kecil yang patah 
menitih separuh langkah dengan goyah 
diantara manusia yang menghardik dengan kacamata kuda
ia menangis mencari arah
namun tak kunjung menemukan tujuan

heii gadis jalangg
heiii anak durhaka
nerakalah tempat akhir kau untuk tinggal
tak pantas kau hidup didunia!

tau apa mereka tentang hidupku?
mengapa mereka menghakimiku sedemikian rupa?
taukah mereka didalam pakaian ku ini terdapat banyak lebam biru mulai menghitam?
taukah mereka dibalik tawaku ini ada tangis yang ku sembunyikan rapat?
dan taukah mereka jiwaku ini telah mati dan bantinku koyak tak karuan?
mereka tidak tau!. lalu mengapa? mengapa mereka melontarkan ucapan ucapan fana kepadaku? 
tanyanya sembari menahan amarah

oh semesta, apakah kau mendengar tangisku?
hilanglah diriku hilang
maka aku akan berlari dalam ketiadaan 
retaklah dendamku dalam kesunyian
memikirkan cintapun aku enggan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...