kataku, mengakhiri percakapan kita malam itu
engkau terdiam dengan tampang lesuh
dan aku, melangkahkan kaki meninggalkanmu
bukan karna tak cinta
hanya saja, engkau pantas mendapat yang lebih sempurna
aku sadar dengan segala kekurangan
dengan segala kekacauan yang ada
ku biarkan engkau merenung sendirian
mencoba menerka apa yang baru saja ku ucapkan
maaf, jika sikapku selama ini membuat mu mabuk kepayang
membuat mu merasa menemukan jalan
toh, aku sudah bilang dari awal
namun engkau tak kunjung menghindar
aku juga memiliki rasa yang sama
namun, aku ingin engkau hidup tanpa penyesalan
jujur saja aku takut, jikalau aku menerimamu Sekarang
nantinya, dimasa depan engkau akan merasa "sial"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar