3 bulan lalu
ketika aku melihatmu melakukan perbuatan kotor tepat di depan mataku
aku, diam membisu
sembari memutar ulang hal" indah ketika masih bersamamu
yah, kenangan indah di tahun lalu
ketika kau bertanya padaku
"mau kah engkau menjadi istriku?"
tanpa sedikitpun rasa ragu, ku jawab "ya, aku mau"
didepan orang tuaku, kau sematkan cincin pada jemari ku
jikalau kau bertanya, apakah aku bahagia saat itu? kan ku jawab tanpa ragu, ya, aku bahagia.
namun bak disambar petir tengah hari
tepat 3 bulan lalu
ketika cuaca cerah dan matahari tepat ditengah kepala
aku, melihatmu bersama wanita lain
ah, bukan hanya sekedar berjalan bersama atau bercanda ria
kau lebih dari itu
desahan desahan yang ku dengar
hentakan hentakan yang ku lihat
semua terekam jelas dalam ingatanku sayang..
tega sekali? berani sekali?
tanyaku padamu
asal kau tau, badanku saat itu gemetar tak karuan
langkah kakiku
tatap mataku
tanganku
dan hatiku? tak perlu kau tanya bagaimana hancurnya hatiku
setiap malam aku menangisi mu
setiap malam aku meyakinkan diriku bahwa aku bisa tanpamu
dan karena mu, setiap malam, aku merasakan hatiku benar benar telah hancur
pernah kah kau tau?
tanpa maaf
pernah kah kau sadar?
tanpa penyesalan
pernah kah kau malu?
tiba" hari ini kau datang lagi dalam hidupku
mengucapkan satu kata yaitu "rindu"
ah, aku muak
aku muak oleh hatiku yang sedikit luluh dengan perkataan mu
kau melanjutkan ucapan mu
panjang lebar kau menjelaskan betapa menyesalnya dirimu
"lihatlah bajingan ini kembali tanpa kata maaf" ucapku pada hati wanita bodoh yang mulai luluh
ku baca ulang pesanmu
lagi lagi aku menemukan kata "tapi"
selalu ada kata tapi disana, di setiap pesan
dan setiap kata yang kau ucapkan padaku
kata pesimis yang kerap kali ku dengar dan ku baca
aku sadar, kau tak sungguh dalam mengucap kata
kau mungkin hanya, ingin mempermainkan ku sekali lagi ketika melihatku tertawa malam itu
aku membenci mu ketika kau mengucapkan kata tapi
karna setelah itu, kau hanya akan meninggalkan ku lagi seorang diri
sayang,
pergilah yang jauh dan jangan pernah kembali
ku tak habis pikir, kau berani sekali?
berani sekali kau kembali?
setelah menghamili wanita lain?
disaat, kau akan menikahi diriku?
ah, sudahlah.. ku ikhlaskan semua harapku
dan, ku lepaskan dirimu
selamat bertemu pada titik terendah mu dan titik tertinggi ku