Pertanyaan ku padamu malam itu
namun, kau diam membisu
sedikit linglung untuk menjawab pertanyaan ku
namun saat itu
aku telah mengambil keputusan dalam hidupku
aku akan selalu mencintaimu tak peduli resiko apapun yang datang menerpaku
dan malam itu,
langit mendung menyampaikan rasa cemburu
sembari bisikan angin menerpa telinga ku dan berkata "takkan ku restui sumpahmu, tarik ucapanmu atau kan ku buat hancur hatimu".
namun aku tetap lah aku, tak sedikitpun aku menarik sumpahku
lalu, hatiku benar benar hancur.
dihancurkan olehmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar