ia tak pernah menghakimi cerita yang kucurah kan melalui penaku
ia hanya diam, menunggu ku menulis rangkaian kata dalam tangisku
rasa rasanya, ia selalu menjadi saksi atas segala kesedihan ku
ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar