Senin, 02 Maret 2026

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte.

aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin.


jujur saja,

terkadang aku membenci tubuhku.,

lipatan lemak yang menelan jemariku.,

ukuran besar pada buah dada 

yang memberatkan aktivitasku

dan aura yang membuat diriku terlihat lebih tua ketimbang umur asliku


suatu waktu aku menatapnya di cermin kamarku

tanpa sehelaipun kain yang membuatnya terlihat jelas betapa buruk


menimbang setiap lekuk,

setiap noda.,

setiap dosa.,

pada telanjangnya diriku

seakan dunia menandai betapa kurangnya aku.


lalu aku akan berkata pada sang kekasih,

mau kah kau bercinta denganku? 

tanpa memandang bagaimana tubuhku?

masihkah kau nafsu meniduri aku?

yang penuh luka sayat hidup yang jenuh?

Jumat, 13 Februari 2026

Selamat Ulang Tahun, Manisku.

Waktu berjalan perlahan,

meneteskan detik dengan suara yang hampir tak terdengar.


Namun manisku,

entah mengapa ingatanku kian hari kian memudar.Tanggal-tanggal jatuh seperti dedaunan.yang tak sempat kusimpan di buku harian.

begitu cepat ia berlalu, atau aku yang telah mudah melupakan segala sesuatu.


aku melupakan hari ketika aku hadir di bumi, atau bahkan hari dimana semesta menghadirkan anugerah seindah kamu selang beberapa waktu kehadiranku.


dan berkali-kali aku bertanya pada langit mendung, tentang 

“hari apa saat ini?” atau

“tanggal berapa hari ini?”


Seolah-olah tanggalan menjadi hilang di telan ingatan.

hanya ada namamu, yang bersemayam di dadaku.


Tanpamu, hari-hari terasa begitu cepat melesat. tiba-tiba senja, tiba-tiba malam, tiba-tiba aku menangis, meraba-raba kapan semesta menjadi baik, menghadirkan dirimu untuk memenuhi seluruh ruang di hatiku.


selamat ulang tahun manisku,

dan aku. 

Selasa, 03 Februari 2026

Gerhana dan Angan

ia lahir dari bisu langit 

indah sekaligus menggoda,

sekilas cahaya yang terguncang

antara menyembunyikan dan menyingkap,


aku menatapnya dari jarak yang tak terjangkau

sembari menari diantara bayangannya,

menyulam sisa sisa terang yang terbuang,

menghela nafas seakan waktu tak bernaung


barangkali, ia melihatku 

memelukku, dan menatapku jauh, 

lebih dalam..


namun nampaknya, tatapnya tak jatuh padaku 

ada tatapan lain yang ia sembunyikan,

entah pada gelap yang merangkulnya,

atau pada cahaya yang perlahan ditinggalkannya.

belum ada judul

aku telanjang tanpa busana

berayun ayun dipojok istana 

menanti tuan yang pergi dikala senja 

dikala mentari sedang cantik cantiknya


sentuhan itu menjarah tubuhku

jantungku kaku tertunduk melesuh

kakiku lumpuh berusaha menjauh

namun jari jemariku tetap berusaha menggapaimu 

menggapai cinta yang tak pernah bersemayam dalam diriku.,

Senin, 26 Januari 2026

kau, kasihku..


aku,

berdiri di sudut kota tempatmu berada,

berharap takdir mempertemukan

 “kau dan aku” 

kembali..

hingga sisa-sisa harapku

yang compang-camping,

menantimu di sini..


sekali,

puluhan kali,

ratusan,

hingga ribuan kali..


namun, kau tak pernah ada,

bahkan bayangmu pun enggan menampakkan diri..

menemui sorot mata wanita bodoh yang mencari kemana arahmu berlari.


sayangku,

aku tak ingin melupa bola matamu,

tak ingin melupa senyummu,

atau bagaimana kecupan itu..

jatuh perlahan, tepat di atas keningku.


namun sayangku, 

di antara seluruh doa yang pernah kupanjatkan,

aku berharap agar Tuhan tak pernah mempertemukan

kau dan aku.

Rabu, 07 Januari 2026

Selasa, 16 Desember 2025

Rahasia Hasrat


Di sebuah ruang remang yang ganjil, aku kembali dilanggar., sebagaimana yang lain pernah melakukannya padaku.

Aku terombang-ambing dalam ekstasi yang sarat penyesalan,

menggigit bibir sendiri, tenggelam dalam ingatan,

menahan air mata yang terlalu keras untuk dipatahkan.


Aku ingin kata "tidak" -ku didengar,

Lembut, tanpa ancaman, 

karena memang itulah yang sungguh kurasakan.

Namun ia tak pernah mendengarkan.

Aku memasang tanda-tanda untuk berkata "tidak", 

isyarat yang kupahatkan dengan tubuh dan ketakutan,

namun ia tak pernah melihatnya., 

matanya terukir dalam hasratnya sendiri.


Dari sana, kenangan lahir,

dan kelak menghantui hari-hariku tanpa izin.

Tiga adalah angka

di mana kami berhenti menghitung.

Kesalahan- kesalahanku

rapuh, memilukan.,


sekali terjadi, tak pernah bisa ditarik pulang.

Andai aku tahu penyesalan dan derita yang

ditinggalkan olehnya.,

namun kita memang tak pernah tahu, bukan?

Kita tak bisa meramal luka.


Tetapi bahkan tanpa tahu pun, 

aku telah berkata "tidak".

Sebuah "tidak" yang tak pernah ia dengar.

Sebuah "tidak" yang tak pernah ia pedulikan.

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...