Kamis, 31 Juli 2025

Lara dan Kucing kecil

Kucing kecil..

duduk diam,

di sudut jalan

bulu lusuh, mata menanti

dengan harap,

dengan berat hati

ia melangkah pergi,

dan di sisi pojok,

seorang gadis menangis

dengan tragis

ia menatap langit

dan mengakui

”aku kalah”

tak sekalipun permainan ini, aku menangkan,

“tuhan bermain dadu! dan aku hanya mendapat peran sebagai pembantu!, yang bermimpi mengubah takdir”

dan sekali lagi gadis itu meratap,

langit, aku kalah,,

pada mereka yang lahir sempurna

yang tak pernah tahu arti kehilangan

tak pernah risau tentang harga hidup

langit, aku kalah,,

pada wajah yang mudah dicintai,

pada harta yang membuka semua pintu,

pada hal-hal yang membuatku

merasa kecil,

dan tak layak,

dan aku tak tahu,

apakah yang lahir dari kekurangan

belas kasih,

atau, ditinggalkan

lagi, lagi dan lagi.

kucing itu berlari,

pada sayup jemari,

yang, tak pernah bergerak lagi,

gadis itu, tlah mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...