He loves his wife and treats her with kindness and care.
But with me, it’s different.
It feels as if I am not his own flesh and blood.
His presence is cold, his words distant—almost as if I am a stranger to him.
Sometimes, cruel words slip from his lips.
He tells me I am a woman unworthy of love.
Other times, he says that if something were to happen to me, he wouldn’t care.
And he proves it.
While other girls turn to their fathers for comfort in times of pain,
I have no one to turn to.
I have only myself to rely on.
How can a man be so loving to the woman he cherishes, yet so heartless to his own child?
Am I truly a failed creation, just as my mother once said?
Sabar ya, semoga bisa dapat pasangan yang juga bisa berperan sebagai ayah dalam hidup kamu.
BalasHapusPuk puk jauhh. Apakah dia begitu karena takut km tinggalkan? Kadang kala manusia berbicara kasar meskipun maksudnya sebaliknya, apalagi dalam konteks melarang sesuatu. Semata-mata agar yg dilarang takut dan akhirnya mematuhinya. Semisal parahnya memang ia tidak peduli, semoga kelak akan engkau temukan keluarga yg dapat menenangkanmu kala kesakitan dan mencintamu melebihi cintanya pada dirinya sendiri. Stay strong, time will tell
BalasHapusPuk puk jauhh. Kadang manusia berkata kasar untuk menakut-nakuti, melarang sesuatu. Padahal mungkin sebenarnya, beliau tidak ingin dirimu mengalami rasa sakit, tidak ingin mengalami sesuatu yang buruk. Namun jika perasaan sebaliknya yg terjadi, semoga dirimu diberi kesabaran, ketegaran dan kelak akan dianugerahi keluarga yang menenangkanmu, mensupportmu ketika mengalami kepedihan serta menganggapmu berharga melebihi dirinya sendiri
BalasHapusI will read your written, remember last memory about Blogger.
BalasHapus