Sabtu, 22 Februari 2025

ada tuan yang datang di dalam sudut pelampiasan

Sejak denganmu, luka-luka yang dulu menganga,

perlahan meredup dalam cahaya yang kau bawa.

Aku lupa bagaimana rasanya tenggelam,

karena hadirmu adalah tepian tempatku berpulang.

Sejak denganmu, dunia terasa lebih hangat,

aku mulai memperhatikan riasan di wajahku

memilih warna-warna lembut untuk menyelimuti hari,

dan tidur dengan teratur, seolah hidup kini lebih berarti.

Aku lebih ceria

seperti semesta menitipkan senyum di sudut bibirku,

yang tentunya akan merekah kapan saja.

Langit yang dulu hanyalah atap mendung

kini lebih biru, lebih luas, lebih bermakna.

Bahkan hujan yang dulu kubenci,

kini terasa menenangkan,

seakan akan membisikkan rindu dalam alunan rintiknya.

Kau adalah alasan aku menjadi lebih peka,

menyadari bahwa setiap tatap, setiap senyum,

setiap detik bersamamu adalah simfoni lembut,

menjadi harmoni yang meneduhkan jiwa.

Aku ingin lebih baik, bukan karena kau meminta,

tetapi karena kehadiranmu mengajarkanku cara mencintai dunia.

2 komentar:

  1. Mungkin

    bila hati menjatuhkan kata
    dan kata menjatuhkan kita
    pada satu kemungkinan

    bila hati menjatuhkan cinta
    dan cinta menjatuhkan rindu
    pada suatu pertemuan

    mungkin di antaranya
    masih tersisa waktu
    antara kita dan tujuan

    matahari terbit
    di ufuk pendakian

    batu penghabisan
    bagi puncak penantian

    (2025)

    BalasHapus
  2. Mungkin

    bila hati menjatuhkan kata
    dan kata menjatuhkan kita
    pada satu kemungkinan

    bila hati menjatuhkan cinta
    dan cinta menjatuhkan rindu
    pada suatu pertemuan

    mungkin di antaranya
    masih tersisa waktu
    antara kita dan tujuan

    matahari terbit
    di ufuk pendakian

    batu penghabisan
    bagi puncak penantian

    (2025)

    BalasHapus

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...