Sejak denganmu, luka-luka yang dulu menganga,
perlahan meredup dalam cahaya yang kau bawa.
Aku lupa bagaimana rasanya tenggelam,
karena hadirmu adalah tepian tempatku berpulang.
Sejak denganmu, dunia terasa lebih hangat,
aku mulai memperhatikan riasan di wajahku
memilih warna-warna lembut untuk menyelimuti hari,
dan tidur dengan teratur, seolah hidup kini lebih berarti.
Aku lebih ceria
seperti semesta menitipkan senyum di sudut bibirku,
yang tentunya akan merekah kapan saja.
Langit yang dulu hanyalah atap mendung
kini lebih biru, lebih luas, lebih bermakna.
Bahkan hujan yang dulu kubenci,
kini terasa menenangkan,
seakan akan membisikkan rindu dalam alunan rintiknya.
Kau adalah alasan aku menjadi lebih peka,
menyadari bahwa setiap tatap, setiap senyum,
setiap detik bersamamu adalah simfoni lembut,
menjadi harmoni yang meneduhkan jiwa.
Aku ingin lebih baik, bukan karena kau meminta,
tetapi karena kehadiranmu mengajarkanku cara mencintai dunia.
Mungkin
BalasHapusbila hati menjatuhkan kata
dan kata menjatuhkan kita
pada satu kemungkinan
bila hati menjatuhkan cinta
dan cinta menjatuhkan rindu
pada suatu pertemuan
mungkin di antaranya
masih tersisa waktu
antara kita dan tujuan
matahari terbit
di ufuk pendakian
batu penghabisan
bagi puncak penantian
(2025)
Mungkin
BalasHapusbila hati menjatuhkan kata
dan kata menjatuhkan kita
pada satu kemungkinan
bila hati menjatuhkan cinta
dan cinta menjatuhkan rindu
pada suatu pertemuan
mungkin di antaranya
masih tersisa waktu
antara kita dan tujuan
matahari terbit
di ufuk pendakian
batu penghabisan
bagi puncak penantian
(2025)