aku terjatuh
meski telah berjalan perlahan
aku terjatuh
kedua kakiku patah
aku tak bisa bergerak
ia masih ada dan nyata
namun, tak dapat lagi kurasakan
namun, ini bukan perihal kaki.,
seringkali aku sombong
aku merasa, bahwa permasalahan dalam keluarga dan lingkungan sudah cukup membuat banteng pertahanan yang tidak mudah koyak dalam diriku.,
aku kira, bahwa hatiku telah menjadi batu dan tak akan runtuh hanya perihal cinta yang tak pernah sampai padaku
aku kira, segala pengalaman sialku dimasa lalu telah membuatku tumbuh dengan luka yang kujahit hidup hidup
aku kira, aku tak membutuhkan manusia sepenting itu, aku sendiri dan aku tak akan pernah goyah.
betapa sombongnya.,
namun aku tersadar,
pada akhirnya aku hanyalah..,
aku hanyalah,.
seorang perempuan yang tak mampu.
aku hanyalah,.
seorang yang biasa diabaikan karena tak layak dipandang.
aku hanyalah,.
bunga yang layu.
dan, aku hanyalah.,
pasir di pesisir pantai yang tak nyata.,
jika tuhan ada dan ia membaca tulisanku yang penuh dosa, aku ingin berkata padanya. tuhan! lihatlah aku!, mungkinkah engkau merasa kasihan padaku?!, karena akupun, mengasihani diriku sendiri.
tuhan, bolehkah aku sedikit menantangmu?
apakah kau tau, tuhan?
aku tak pernah percaya pada doa
menurutku, ia mengada ngada.,
menggantungkan angan setiap manusia.
aku tak percaya pada doa
katanya, ia akan mengkabulkan
harapanmu dalam waktu yang dekat
katanya, ia akan mengkabulkan
harapanmu dalam waktu yang tepat
nyatanya?
ia hanya bermain main saja,
mempermainkan hati manusia dengan kesuciannya.,
namun, aku percaya pada engkau, tuhan.,
karena aku adalah makhluk yang engkau ciptakan.,
dan, dalam penciptaan itu sekalipun aku tak pernah
membutuhkan dialog kosong tentang angan.,
sekali lagi..
tuhan lihatlah aku.,
apakah engkau sedang bermain main dadu?
karena bosan melihat hambamu yang tak tau malu?
atau karena kau memang tertarik bermain main
dengan takdirku?
namun tak mengapa, tuhan
aku hanyalah hambamu yang tak tau malu
atur saja permainan palsumu
sebagai hamba yang penuh dosa
aku percaya pada segala keputusanmu.
Aku bukan Tuhan yg manusia ciptakan sbg struktur sosial yg paling tinggi. Aku adalah kamu, adalah kesadaran mu yg tak pernah kau sadar. Yg saat kau lelap dalam tidur panjang, aku ada menyaksikanmu. Dan kau tidak jua sadar.
BalasHapus