Sabtu, 07 Desember 2024

wilis dan rindu

aku jatuh 
diantara belaianmu
diantara angan anganku
bak bunga bunga layu yang telah gugur
hatiku murung

aku merindu
ketika playlist lagu payung teduh tak sengaja terdengar ditelingaku
ketika aku teringat senyummu
teringat, betapa hangatnya pelukanmu
dan, betapa indahnya bola matamu


aku terpenjara 
diantara kenangan masa lalu
pedih merindu
memeluk bayangmu
diantara pepohonan gunung wilis yang pernah menjadi saksi bisu
cinta kita yang semu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...