Langganan:
Posting Komentar (Atom)
“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”
ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...
-
Sejak kecil, aku telah terbiasa berjalan sendiri. Di tengah keramaian, aku sering merasa asing, seolah tawa yang bergema tak pernah menyisak...
-
Ada tempat yang tak lagi kusebut, namanya tersimpan di antara angin, di mana ranting berbicara pelan dan dedaunan menunduk seperti paham. La...
-
Tuhan, semua berlarian ke arah-Mu menyebut nama-Mu dalam tangis, dalam harap, dalam tunduk yang kadang tak mereka mengerti. Namun aku, aku m...
Apa iya? :D
BalasHapusBintang tidak perlu dipandang, ia akan hilang disaat matahari terbit. Begitupun diriku yang hilang, disaat pangeran itu datang.
BalasHapus