Jumat, 01 November 2024

lelaki itu pergi tanpa aba aba

aku telanjang tanpa busana
berayun ayun dipojok istana
menanti tuan yang pergi dikala senja
dikala mentari sedang cantik cantiknya

sentuhan itu menjarah tubuhku 
jantungku kaku tertunduk melesuh
kakiku lumpuh berusaha menjauh
namun jemari jemariku tetap berusaha menggapaimu
menggapai cinta yang tak pernah bersemayam dalam diriku

1 komentar:

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...