Rabu, 25 September 2024

Penghujan

rintik gerimis
jatuh di pelipis
aroma jalanan basah
serta, bau parfum yang tak asing di indra penciuman

bendungan rinduku pecah
terguyur hujan ditengah kota
bayangan rupamu, 
masih terukir indah

(membawa seluruh kenangan yang ada)

aku tersenyum gembira 
menyambut purnama
sembari berkata
"penghujan tlah tiba"

1 komentar:

  1. Halo, salam kenal. Saya terdampar di blog yang penuh falsafah ini. Terima kasih sudah menulis dengan sangat.

    Salam,

    BalasHapus

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...