Sabtu, 14 September 2024

ilalang

sepoi sepoi angin
menerpa sebagian wajahku
sayup sayup jemari
merangkak, meraba api
ya, api sang iblis penuh dengan dendam hati

membara, 
tatapnya tajam tanpa rasa
menyimpan dendam 
menggerogoti jiwanya

samar samar, gelap gulita melanda
menyeret, mencekik leher rupawan
ia, ketakutan 

pada siapa kau meminta tenang?
apakah pada ilalang yang terbang dilelangitan malam?
ataukah, pada tuan yang membiarkan jiwamu menghilang?

tuhan,,
ahh sudahlah 
aku lelah mengharap pada engkau.

tak perlu mengingatkanku perihal tuhan 
kaupun tau, aku tlah lama meninggalkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...