menerpa sebagian wajahku
sayup sayup jemari
merangkak, meraba api
ya, api sang iblis penuh dengan dendam hati
membara,
tatapnya tajam tanpa rasa
menyimpan dendam
menggerogoti jiwanya
samar samar, gelap gulita melanda
menyeret, mencekik leher rupawan
ia, ketakutan
pada siapa kau meminta tenang?
apakah pada ilalang yang terbang dilelangitan malam?
ataukah, pada tuan yang membiarkan jiwamu menghilang?
tuhan,,
ahh sudahlah
aku lelah mengharap pada engkau.
tak perlu mengingatkanku perihal tuhan
kaupun tau, aku tlah lama meninggalkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar