Jumat, 19 Juli 2024

Amarah(?)

aku marah 
aku kecewa kepada sang kuasa 
bagaimana bisa ia masih membiarkanmu hidup dengan bergonta-ganti wanita 
sedangkan aku, mengharapkan lelaki saja tak pantas.

aku marah
aku kecewa pada sang kuasa 
atas segala kesalahan dimasa lalu yang pernah kulakukan 
mengapa ia tak menyadarkan ku dikala kebodohan melanda?
mengapa ia diam saja?
membiarkanku terlena dipangkuan lelaki bajingan?

namun, seperti kata pepatah
nasi telah menjadi bubur 
aku tak mampu menggugat siapapun 
aku bahkan, tak pantas menyalahkan siapapun 
yang kubisa hanyalah menghukum diriku sendiri
mencaci diriku sendiri atas segala kesalahan bodohku.

1 komentar:

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...