Aku berkeliling Kota pada hari ini
Kota indah yang disebut kota Pahlawan
banyak gedung - gedung megah disini
dan tentunya dibarengi oleh kendaraan- kendaraan mewah
Zaman semakin maju, segala sesuatu menjadi semakin canggih
namun terlepas dari itu semua, aku agak miris melihat kemajuan dan kemegahan yang ada disini, hatiku kembali pedih..
"Mengapa?" kata pertama yang kutanyakan ketika melihat itu semua,
Mengapa? Kita Pribumi hanya berkesempatan memandangi kemegahan itu tanpa berani berharap memiliki hal tersebut?
Mengapa bukan kita yang memiliki aset aset megah nan indah itu?
Mengapa kita masih menjadi budak diatas tanah sendiri?
Apa karna dari awal kita telah tertinggal?
Apa karna adanya kelas sosial di zaman sebelum kemerdekaan yang menyebabkan ini semua?
Apa karna Pendidikan kita yang kurang mumpuni?
Atau, Apa karna latar belakang pemikiran kita yang selalu pesimis dan terjebak dalam "trauma" masalalu?
Katanya, Reformasi digunakan untuk "menyetarakan" seluruh kelas sosial
Nyatanya? Jelas berbeda.
aku menatap jauh, ku pikir sebenarnya kita sudah gagal dari awal.
dari saat pemikiran dan suara kita terkerangkeng
dari saat kita tertinggal-
namun kita selalu merasa biasa saja
kita selalu menormalisasikan hal yang sepatutnya tak terjadi dan menjadi sebuah kebiasaan
tak heran jika para petinggi kita melakukan korupsi sedemikian rupa
ohh, maaf aku salah.. bukan hanya para petinggi melainkan yang senasib-
yaa, senasib. entah proletar maupun tidak
kita sama" melakukan hal tersebut jika ada kesempatan. aku berani menjamin bahwa kurang lebih ada 7 dari 10 orang yang akan melakukan hal "menjijikan" tersebut jika diberi kesempatan. miris sekali bukan?
mereka, dengan tenang menormalisasi tindakan pengecut dan mengikutinya.
menjalar ke akar dan menjadi kerusakan bagi generasi selanjutnya.
Bagaimana bangsa ini akan maju?
bila kita saja masih menjadi budak.
yaa, budak atas pikiran kita masing- masing
budak atas segala nafsu, keserakahan, ke naifan kita.
BUDAK ATAS SEGALA RASA PESIMIS KITA.
"Negara kita terlahir prematur" kata seseorang padaku.
aku ragu untuk menyetujui hal tersebut, namun faktanya memang begitu..
Apakah itu yang menyebabkan kita selalu tertinggal?
Kita memiliki Sumber Daya Alam yang sangat berlimpah, Ada Hutan, Sawah, Gunung, Lautan, Rempah-rempah dan masih banyak lagi.
namun bagiku, itu semua merupakan kelebihan sekaligus kelemahan bangsa kita.
tanpa itu semua, apakah kita bisa lebih maju?
dan bila kita sedikit cukup atas Sumber Daya Alam yang melimpah itu,
apakah kita masih akan menjadi budak ditanah kita dan atas pikiran kita sendiri?