tuhan,
bolehkah aku menyerah?
aku mempertaruhkan segala yang kupunya
namun, semua sia"
semua tak berguna
dan aku mulai lelah
aku lelah memiliki ambisi fana yang pada akhirnya mengecewakan ku
aku lelah memberi pembuktian terhadap penilaian orang lain
aku lelah,
aku ingin pergi ketempat dimana aku tak lagi mengkhawatirkan tentang bagaimana hari esok
aku ingin pergi ketempat dimana orang orang menerima ku tanpa penolakan
aku ingin pergi ketempat dimana aku dapat tertawa lepas dan tersenyum tenang
dan aku, ingin pergi ketempat dimana aku tak perlu lagi bersaing pada diriku maupun orang lain
aku lelah,
berjuang dan bersaing
menerima dan mengintropeksi diri
terhadap setiap penolakan
terhadap setiap pandangan yang meremehkan
terhadap setiap pembuktian yang tak berguna
aku ingin hidup sederhana dan bahagia
aku ingin mendengar gemricik mata air dan tersenyum karena melihat mekarnya bunga dipojok desa
aku ingin hidup sembari mengajar anak kecil desa tentang indahnya sejarah, alam, dan kupu kupu yang berterbangan
aku ingin hidup bebas tanpa kekhawatiran, kecemasan, dan takut akan kekalahan.
tuhan,
bisakah engkau sekali saja mengabulkan keinginan ku?
aku tau aku bukanlah hamba yang taat
aku tau aku bukanlah wanita suci yang bermartabat
aku tau aku hanyalah sebutir pasir ditepi laut lepas
hilang kendali tanpa tujuan
penuh dengan bau busuk yang menyengat
penuh dengan kegelapan
penuh dengan, keputus asaan
namun, bolehkah aku berharap?
setiap harinya,
bagiku hidup adalah peperangan,
menang dan kalah, hancur dan bertahan
sekali saja tuhan,
bisakah engkau membantu ku naik?
bisakah engkau mengabulkan keinginan ku?
mungkinkah engkau mendengar rayuan wanita jalang seperti ku?
tolong tuhan,
tariklah aku dari dasar lorong gelap ini,
bolehkah aku bersinar seperti gemerlap nya bintang di langit malam?