Senin, 22 Januari 2024

retak?

jujur gw gatau bentuk cinta orang tua ke anak itu gimana, entah mereka yang menjadi tempat ternyaman seorang anak untuk bercerita, entah mereka menjadi seseorang yang selalu ada bagi anak mereka dan selalu mengkhawatirkan anak mereka, atau, mereka yang selalu menjadi pembimbing ketika anak mereka kehilangan arah.

beruntunglah kalian yang mendapatkan bentuk cinta semacam itu, ya walaupun terkadang kalian ndak sadar, hal terkecil seperti canda tawa ataupun bercerita secara leluasa dengan orang tua adalah hal yang kadang membuat orang seperti gw iri.

gw ga ngerti dan ga paham krna gw ga mendapat bentuk cinta yang semacam itu. namun terlepas dari itu gw yakin dan gw percaya, setiap orang tua punya bentuk cinta tersendiri untuk anaknya. ya walaupun terkadang kita ndak memahami itu. 

satu hal yg gw yakini dengan pasti gw ada disini dengan rasa cukup dan raga gw sehat karena kerja keras serta doa orang tua gw.

kalo kata J.S. Khairen
"ibumu punya retak, ayahmu punya retak, memaafkan mereka adalah obat dari segala obat."

Jumat, 12 Januari 2024

finally.

I immortalize u in every poem I write, love u with all my heart, and make u the star in my life's journey. I am happy to write about u in 365 days of my love-filled year. 'You will be eternal when the writer loves you' is indeed true. However, with a love so deep, I am let u go today. u may be replaced, whether now or later. Honestly, I am getting tired, remembering both beautiful and bleak memories simultaneously. Thank you for the kindness u have shown, and also for the betrayal you've given. I love u, dear. Maybe, in another life, we will be together forever."

Minggu, 07 Januari 2024

setelah luka, timbullah suka (A)

kesekian kalinya
aku, memandangi wajahmu dari layar handphone ku
menatap kagum pada senyum manis itu
sembari berharap, andai saja engkau mencintaiku 
namun untuk kesekian detik berikutnya
aku tersadar
engkau adalah rembulan terang diangkasa
dan aku,
hanyalah debu diantara pesisir pantai yang tak nyata

Rabu, 03 Januari 2024

Tuhan, aku mencintai nya,.

tuhan,
aku mencintai nya
dari segala luka yang ia berikan  
dari segala harapan yang ia hancurkan
dan, dari segala rasa kecewa yang membuat ku merintih kesakitan sedemikian rupa

tuhan,
aku mencintai nya
aku tak tau harus bagaimana
aku juga tak tau bagaimana cara menghapus rasa 
yang ku tau, aku bahagia ketika melihat senyuman nya

mungkin bagi engkau, tuhan,
rasa sakit ini adalah malapetaka 
namun tuhan,
sungguh aku benar" mencintai nya
aku tak ingin melihat nya terluka
aku tak ingin melihat nya kesakitan
pundaknya sudah terlalu lelah membopong beban" itu sendirian
luka" nya sudah terlalu banyak hingga ia bosan merasakan kesakitan
aku tak ingin melihat nya, menangis tuhan
izinkan aku untuk sekali lagi memeluknya
menenangkan tangisnya
dan meredakan gemuruh petir yang ada di pikiran nya

untuk sementara saja, tuhan,
aku tau, aku hanyalah gadis bodoh yang mengharapkan cinta nya
mungkin, aku sekedar mainan favorit nya
mungkin, aku sekedar penghibur laranya
sehingga ketika ia bosan dengan mainan itu
ia juga, meninggalkan ku sendirian
dengan rasa sakit yang sama, seperti yang ia derita

namun, terlepas dari itu semua
aku mencintai, tuhan

Kelabu

aku selalu gagal dalam memahami warnamu terkadang, engkau terlihat cerah seperti langit biru 
namun, terkadang juga engkau mendung kelabu

aku mencoba untuk meraba setiap sudut tawamu 
sialnya, yang kutemukan hanyalah rasa ragu kau iblis dengan tampang lugu 
dan, untuk kesekian kalinya aku tak mau lagi menunggu.

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...