Jumat, 12 Januari 2024
finally.
I immortalize u in every poem I write, love u with all my heart, and make u the star in my life's journey. I am happy to write about u in 365 days of my love-filled year. 'You will be eternal when the writer loves you' is indeed true. However, with a love so deep, I am let u go today. u may be replaced, whether now or later. Honestly, I am getting tired, remembering both beautiful and bleak memories simultaneously. Thank you for the kindness u have shown, and also for the betrayal you've given. I love u, dear. Maybe, in another life, we will be together forever."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”
ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...
-
Tuhan, semua berlarian ke arah-Mu menyebut nama-Mu dalam tangis, dalam harap, dalam tunduk yang kadang tak mereka mengerti. Namun aku, aku m...
-
Ketika aku mulai mencari makna kehidupan, sesuatu yang dahulu kuanggap suci dan abadi, aku malah kehilangan kemampuan untuk sekadar hidup. B...
-
aku tak pernah menyesali tak sekalipun menyesali meski sesak hingga depresi meski terkadang, ingin bunuh diri akibat luka, akibat trauma.. a...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar