Arit mengayun di ladang kering,
petani tersenyum sambil menggerting.
Panen ludes disambar asing,
ekonomi lumpuh, tidur pun garing.
Kami ini rakyat jelata,
hidup keras, luka tak nyata.
Elang jatuh, sayapnya patah,
tikus berpesta di tengah resah.
Kami lapar, dan dahaga,
di negeri kaya yang pura-pura buta.
Hukum dibengkokkan demi kuasa,
rakyat tertindas, nasib tak bersuara.
Tangis kami tak sampai ke istana,
tertelan dalam drama para penguasa.
Bangsa susah, luka terbuka,
masih adakah yang benar di antara kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar