seekor kucing kecil
duduk diam di sudut jalan
bulu lusuh, mata menanti.
sembari berharap agar dunia sedikit lebih lunak..
pada makhluk yang tak sempat memilih nasib.
dan di seberang jaln,
seorang gadis menatap langit
dengan mata lembab, akibat terlalu sering basah.
ia bicara,
pada keheningan
yang tak pernah menjawab dan, mengobati lukanya..
“aku kalah.”
“permainan ini tak adil sedari awal.
Tuhan, mungkin, bermain dadu.
dan aku, aku hanya figuran
dalam naskah yang tak pernah kumengerti.
diberi mimpi,
tapi tak pernah diberi harap untuk sampai.”
lalu ia berbicara, lagi dan lgi
seolah langit menyimak, pengakuannya
“aku kalah
pada mereka yang lahir sempurna,
yang tak pernah tahu apa itu kehilangan,
yang tak perlu berperang
hanya untuk merasa bernilai.”
“aku kalah
pada wajah-wajah yang dicintai tanpa alasan,
pada harta yang menjelma jawaban,
pada dunia yang membentuk hierarki
bahkan sebelum aku bisa berkata siapa diriku sebenarnya.”
dan pada akhirnya,
apakah yang lahir dari kekurangan
diberi tempat di dunia ini,
selain sebagai pelengkap duka,
penanda batas,
atau kisah yang dikasihani
sebelum dilupakan kembali?
kucing itu pun beranjak
berlari menuju tangan
yang dingin, kaku,
dan
tak akan pernah bergerak lagi.
dan gadis itu,
telah selesai.
bukan hanya hidup,
tapi pertanyaan pertanyaan yang membuat ia gundah,,
tentang mengapa keberadaannya terasa seperti hukuman
yang tak pernah diputuskan bersama.
❤️❤️❤️
BalasHapus