Rabu, 14 Mei 2025

Tanpa Judul

Ada tempat yang tak lagi kusebut,

namanya tersimpan di antara angin,

di mana ranting berbicara pelan

dan dedaunan menunduk seperti paham.

Langkahku mengendap di sana,

menyelinap di sela aroma tanah basah,

menyaksikan cahaya yang tak datang terburu,

dan suara yang tak meminta jawab.

Langit tak begitu biru,

namun resah bersembunyi dibalik teduh,

di bawah puncaknya, segala luka tak perlu menjadi kata.

Kadang aku rindu,

pada pohon yang menari

pada kicauan burung menyambut pagi, angin berbisik lirih,.

sunyi tak terasa sepi,

ia menyambut lukaku

mendekapku dan membuatku kembali utuh,,

Arjuno, Juli 2024

2 komentar:

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...