Selasa, 21 Januari 2025

After Losing You

After losing you,
I thought everything would be fine.
I was used to being alone, and I thought losing you wouldn’t hurt much.
But I was so wrong.

After losing you,
I locked myself away,
isolating myself while asking, “Am I not worthy?”
I lost my appetite.
I lost the feeling of falling in love.
I lost the happiness I once had.

After losing you,
I couldn’t bear to imagine your laughter with her.
I couldn’t accept the fact that you were fine without me.
I couldn’t handle it - i couldn’t accept that my place had been replaced.

After losing you,
my body lost all its energy.
I couldn’t even swallow a tiny pill.
I didn’t even know what day or date it was anymore.

It was as if time spun so quickly.
Without you by my side,
I was nothing more than a lifeless corpse.

Senin, 20 Januari 2025

Jatuh & Dosa

jatuh,
aku terjatuh 
meski telah berjalan perlahan 
aku terjatuh 
kedua kakiku patah
aku tak bisa bergerak 
ia masih ada dan nyata
namun, tak dapat lagi kurasakan

namun, ini bukan perihal kaki.,

seringkali aku sombong 
aku merasa, bahwa permasalahan dalam keluarga dan lingkungan sudah cukup membuat banteng pertahanan yang tidak mudah koyak dalam diriku.,
aku kira, bahwa hatiku telah menjadi batu dan tak akan runtuh hanya perihal cinta yang tak pernah sampai padaku 
aku kira, segala pengalaman sialku dimasa lalu telah membuatku tumbuh dengan luka yang kujahit hidup hidup
aku kira, aku tak membutuhkan manusia sepenting itu, aku sendiri dan aku tak akan pernah goyah.
betapa sombongnya.,
namun aku tersadar,
pada akhirnya aku hanyalah..,

aku hanyalah,. 
seorang perempuan yang tak mampu.
aku hanyalah,.
seorang yang biasa diabaikan karena tak layak dipandang.
aku hanyalah,.
bunga yang layu.
dan, aku hanyalah.,
pasir di pesisir pantai yang tak nyata.,

jika tuhan ada dan ia membaca tulisanku yang penuh dosa, aku ingin berkata padanya. tuhan! lihatlah aku!, mungkinkah engkau merasa kasihan padaku?!, karena akupun, mengasihani diriku sendiri.

tuhan, bolehkah aku sedikit menantangmu?

apakah kau tau, tuhan?
aku tak pernah percaya pada doa
menurutku, ia mengada ngada.,
menggantungkan angan setiap manusia.

aku tak percaya pada doa
katanya, ia akan mengkabulkan 
harapanmu dalam waktu yang dekat
katanya, ia akan mengkabulkan 
harapanmu dalam waktu yang tepat

nyatanya?
ia hanya bermain main saja,
mempermainkan hati manusia dengan kesuciannya.,

namun, aku percaya pada engkau, tuhan.,
karena aku adalah makhluk yang engkau ciptakan.,
dan, dalam penciptaan itu sekalipun aku tak pernah
membutuhkan dialog kosong tentang angan.,

sekali lagi..

tuhan lihatlah aku.,
apakah engkau sedang bermain main dadu?
karena bosan melihat hambamu yang tak tau malu?
atau karena kau memang tertarik bermain main 
dengan takdirku?

namun tak mengapa, tuhan
aku hanyalah hambamu yang tak tau malu
atur saja permainan palsumu
sebagai hamba yang penuh dosa
aku percaya pada segala keputusanmu.

Sabtu, 18 Januari 2025

little fear (1)

January 19, 2025
I’m afraid again.
That incident haunts me,
disturbing my peace.
The memory keeps replaying in my mind,
as if it’s choking me.

I’m scared.
I’m always scared.
I remain on guard
against the foolishness of the past.
I’m scared.
I’m always scared.
Should I run farther?
Or is this truly my karma—a punishment from God for the sins of my past life?

Rabu, 15 Januari 2025

When The Man Marries (2)

I met a man whose eyes sparkled with a light that gave me hope to rise again.

I met a man beside whom I could let my tears fall freely, without fear or shame.

I met a man whose gaze was as mesmerizing as the moon.

I fell deeply in love with him, but he did not.

I love him, a hundred times, a thousand times over, even though we no longer speak.

I still watch every move he makes, silently following him through the screen of his social media.

I love him, yet he chose to marry the woman of his dreams. And I find myself truly happy for him.

I once feared he would leave me and find the girl of his dreams to marry.

I was afraid, back then, of seeing his wedding posts fill my phone screen.

But now, it doesn't scare me anymore.

When it happened, I just smiled faintly.

I am happy for him, seeing the way his beloved smiles so sweetly.

I am happy because he has found his soulmate, and I am happy because he is happy.

May God grant him endless joy, and may he also bless me with the same.

When the Man Marries

The man I love
Doesn't love me.
He left me
And chose to marry the woman he likes.
I feel empty,
Useless,
Meaningless.
I feel small
I feel defeated.
I feel like I won’t be able to live while accepting the reality that he has married the woman of his dreams.
I always wonder
"Am I not worthy of that?"
"Am I not deserving of being married?"
Is it because my body has been tainted and broken?
Or because my face is not beautiful?
I know he never loved me.
He was just pretending.
But I have already fallen in love with him.
I have already hoped that when he leaves, he will come back.
Am I wrong?
Why is this happening to me?
Why am I not worthy?
As if I am undeserving.
Why?

dari aku, untuk diriku

sebuah permohonan maaf dari aku, untuk diriku.

pada awalnya, 
aku kira, aku memberimu waktu
waktu untuk berduka
waktu untuk terluka 
waktu untuk sendiri 
dan waktu untuk melupakan 
aku kira, aku memberimu waktu.,
namun, setelah ku lihat kembali,,
aku hanya mengabaikanmu
aku meninggalkanmu sendiri
dan aku, membiarkanmu menangis sendiri

andai saja aku bisa mengulang waktu,
aku tak akan mengabaikan rasa sakitmu
aku tak akan meninggalkanmu 
aku tak akan membiarkanmu memendam dendam dan menangis sendiri
dan saat itu terjadi, aku harap, kita dapat bahagia.
tanpa dendam, dan rasa sakit yang kau bawa hingga kini.

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...