mendekap seluruh dendam
menggenggam sebagian hasrat
melebur ego yang penuh bising dikepala
aromamu, menenangkan
lewat punggungmu aku mengukir bait puisi cinta garis senyummu
kerutan halus di wajahmu
menjadi pemandangan favoritku disetiap malam
disetiap mesra dibawah purnama
akankah kita selamanya saling memadu cinta? ataukah kita akan berakhir juga?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar