Jumat, 27 Desember 2024

pulang

tubuhmu tempatku berpulang 
mendekap seluruh dendam 
menggenggam sebagian hasrat 
melebur ego yang penuh bising dikepala

aromamu, menenangkan 
lewat punggungmu aku mengukir bait puisi cinta garis senyummu 
kerutan halus di wajahmu 
menjadi pemandangan favoritku disetiap malam

disetiap mesra dibawah purnama

akankah kita selamanya saling memadu cinta? ataukah kita akan berakhir juga?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...