matahari bersinar begitu indah
burung burung berkicauan
pohon pohon rindang seakan menari diantara alam
jejeran bebatuan yang menemaniku sepanjang perjalanan
ia gagah nan indah
ia tegas nan bijak
ia tampan nan rupawan
dan ia menenangkan juga menakutkan
aku berlari mengejar awan
canda tawa menemani gelisah
sembari bernyanyi, aku melangkah
diantara keyakinan yang ku pertaruhkan
entah gagal maupun berhasil, akan tetap menjadi cerita
sebuah pertemuan yang mungkin tlah ditakdirkan tuhan
untukku, dan teman"ku
16 Juli 2024
kami berlima berhasil menapakkan kaki diatas puncak
keindahan alam yang kami nikmati bersama
menjadi obat diantara duka
kami mendaki dengan latarbelakang berbeda
ada yang berlatarbelakang mapala
ada yang sekedar menantang dirinya
dan adapula yang untuk memenuhi janji pada anaknya dimasadepan
perjalanan kami tidak mudah
ada banyak sekali drama
kami terjebak diantara tawa dan gelisah
namun kami berhasil melewatinya
naik bersama, turun bersama
diantara kebahagiaan itu,
aku mengakui kesalahan dimasalalu
aku dengan kesadaran penuh
termenung
terdiam diantara rindangnya alas lali jiwo
jujur saja, aku malu
pada alam yang kini memelukku
aku tak ingin pergi
aku ingin menetap disini
aku ingin bersembunyi disini
tetes airmata membasahi pipi
aku tak ingin kembali.
aku bertengkar dengan pikiranku
temanku yang gondrong menepuk bahuku
membuyarkan lamunanku
mempertanyakan keadaanku
memaksaku untuk sadar dan mengingat keluarga yang sedang menunggu
tawa adikku seketika terlintas dikepalaku
apakah aku yakin ingin menyerahkan diriku di antara alam yang sendu?
namun, lagi dan lagi aku termenung
di keramaian kota,
aku sendiri.
tak ada tempat yang menerimaku
selain alam beserta isinya.
disini sungguh menenangkan
seakan akan merangkulku dari tangisku
alam,
ia sekalipun tak pernah menghakimiku,
ia membiarkanku menangis mengakui penyesalanku
dan membiarkanku merenungi kesialan takdirku,
lalu ia membuatku tersenyum melihat keindahannya lagi dan lagi.
disana,
aku mulai berlari
aku mulai berambisi
disana,
aku berteman dengan iblis yang baik hati
namun, apakah kau tau hal yang lebih lucu ketimbang percobaan bunuh diriku?
aku ingin menemui anakku
entah aku bisa ataupun tidak
setelah vonis dari dokter kandunganku
sialnya, aku tetap ingin menemuinya,
aku mengharapkan hal yang tak jelas adanya
aku ingin memberikan nama "Arjuno" padanya
tentu ketika ia terlahir sebagai seorang pria
namun jika tidakpun tak mengapa
aku senang melalui perjalanan ini
aku senang berkenalan dengan orang orang yang menemaniku untuk mendaki 3000 mdplku pertama kali
sembari merayakan hari dimana tepat setahun yang lalu separuh jiwaku pergi
aku bahagia
jikalau umurku tak panjang
aku tak akan menyesalinya
diantara alam yang sunyi
aku membuat janji
ku pertaruhkan diantara langit mimpi
biarkanlah tulisanku abadi
dibawah mentari, aku mulai berlari.
nak, hari ini ibu memiliki ambisi
semoga kita bertemu suatu saat nanti.