Minggu, 28 Juli 2024

cinta yang tak guna (?)

alam seakan menyuruhku untuk berpuisi
memaksaku untuk mengingatmu kembali
didalam relung sunyi 
pada cinta yang menyayat hati

kau tau aku pun tau
bahwa kita tak kan bersatu
entah karena restu
atau karena sifatmu

gelisah, selalu menghantuiku 
rasa ingin kembali dalam pelukmu
rasa kecewa dan benciku 
rasa sakit hati dan dendamku

aku mencintaimu 
namun, akupun membencimu 
aku menyesali hal hal menyedihkan padamu
pada alam yang selalu menjadi tempat bersembunyiku

aku pecundang 
dan kau bajingan
hubungan kita tak lebih dari pada itu
aku menyesali mu
dan engkau, tak pernah sekalipun menyesali diriku

pada akhirnya, aku sendiri
aku hancur sendiri
jika cinta adalah luka
maka aku,
aku adalah satu, satu keretakan yang utuh.

Sabtu, 27 Juli 2024

ahh, hatiku

mudah dirayu
dengan belaian semu
membakar jiwaku
dengan obor kayu

bermain main ditepi ombak
hatiku didobrak
entah tunggal ataupun tidak
aku terjebak 

jiwaku melayang dilangitan kota
mentari pagi meninggalkan cinta
ingin ku peluk dalam" dengan leluasa
namun aku sadar, jatuh cinta adalah luka

Jumat, 19 Juli 2024

Amarah(?)

aku marah 
aku kecewa kepada sang kuasa 
bagaimana bisa ia masih membiarkanmu hidup dengan bergonta-ganti wanita 
sedangkan aku, mengharapkan lelaki saja tak pantas.

aku marah
aku kecewa pada sang kuasa 
atas segala kesalahan dimasa lalu yang pernah kulakukan 
mengapa ia tak menyadarkan ku dikala kebodohan melanda?
mengapa ia diam saja?
membiarkanku terlena dipangkuan lelaki bajingan?

namun, seperti kata pepatah
nasi telah menjadi bubur 
aku tak mampu menggugat siapapun 
aku bahkan, tak pantas menyalahkan siapapun 
yang kubisa hanyalah menghukum diriku sendiri
mencaci diriku sendiri atas segala kesalahan bodohku.

Selasa, 16 Juli 2024

Arjuno dan aku

matahari bersinar begitu indah
burung burung berkicauan
pohon pohon rindang seakan menari diantara alam
jejeran bebatuan yang menemaniku sepanjang perjalanan 

ia gagah nan indah 
ia tegas nan bijak
ia tampan nan rupawan 
dan ia menenangkan juga menakutkan 

aku berlari mengejar awan
canda tawa menemani gelisah
sembari bernyanyi, aku melangkah 
diantara keyakinan yang ku pertaruhkan 
entah gagal maupun berhasil, akan tetap menjadi cerita 
sebuah pertemuan yang mungkin tlah ditakdirkan tuhan
untukku, dan teman"ku

16 Juli 2024
kami berlima berhasil menapakkan kaki diatas puncak
keindahan alam yang kami nikmati bersama 
menjadi obat diantara duka
kami mendaki dengan latarbelakang berbeda 
ada yang berlatarbelakang mapala
ada yang sekedar menantang dirinya
dan adapula yang untuk memenuhi janji pada anaknya dimasadepan

perjalanan kami tidak mudah
ada banyak sekali drama
kami terjebak diantara tawa dan gelisah
namun kami berhasil melewatinya
naik bersama, turun bersama 

diantara kebahagiaan itu, 
aku mengakui kesalahan dimasalalu
aku dengan kesadaran penuh
termenung 
terdiam diantara rindangnya alas lali jiwo
jujur saja, aku malu
pada alam yang kini memelukku

aku tak ingin pergi
aku ingin menetap disini
aku ingin bersembunyi disini
tetes airmata membasahi pipi
aku tak ingin kembali.

aku bertengkar dengan pikiranku
temanku yang gondrong menepuk bahuku
membuyarkan lamunanku 
mempertanyakan keadaanku
memaksaku untuk sadar dan mengingat keluarga yang sedang menunggu 
tawa adikku seketika terlintas dikepalaku
apakah aku yakin ingin menyerahkan diriku di antara alam yang sendu?

namun, lagi dan lagi aku termenung
di keramaian kota, 
aku sendiri. 
tak ada tempat yang menerimaku
selain alam beserta isinya.
disini sungguh menenangkan 
seakan akan merangkulku dari tangisku

alam,
ia sekalipun tak pernah menghakimiku,
ia membiarkanku menangis mengakui penyesalanku
dan membiarkanku merenungi kesialan takdirku,
lalu ia membuatku tersenyum melihat keindahannya lagi dan lagi.
disana,
aku mulai berlari 
aku mulai berambisi 
disana,
aku berteman dengan iblis yang baik hati

namun, apakah kau tau hal yang lebih lucu ketimbang percobaan bunuh diriku?
aku ingin menemui anakku
entah aku bisa ataupun tidak 
setelah vonis dari dokter kandunganku 
sialnya, aku tetap ingin menemuinya,
aku mengharapkan hal yang tak jelas adanya
aku ingin memberikan nama "Arjuno" padanya
tentu ketika ia terlahir sebagai seorang pria
namun jika tidakpun tak mengapa 
aku senang melalui perjalanan ini
aku senang berkenalan dengan orang orang yang menemaniku untuk mendaki 3000 mdplku pertama kali
sembari merayakan hari dimana tepat setahun yang lalu separuh jiwaku pergi

aku bahagia 
jikalau umurku tak panjang 
aku tak akan menyesalinya
diantara alam yang sunyi 
aku membuat janji
ku pertaruhkan diantara langit mimpi
biarkanlah tulisanku abadi
dibawah mentari, aku mulai berlari.

nak, hari ini ibu memiliki ambisi
semoga kita bertemu suatu saat nanti.

Senin, 01 Juli 2024

Politik adalah barang yang kotor, lumpur yang kotor.

Politik adalah Kekuasaan diri terhadap segala hal. katanya. namun bagi saya pribadi politik adalah tipu daya, yap tipu daya terkait apapun yang ada didalamnya lebih" sebuah bangsa.

politik adalah barang yang paling kotor. lumpur" yang kotor. kata Soe Hok Gie, karena Gie berpandangan bahwasanya politik memiliki lingkup tertentu bukan kekuasaan atas diri namun kekuasaan atas sistem yang terjadi dalam pemerintahan. 

bayangkan saja jikalau ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) ahh, tidak perlu dibayangkan, kita bisa membaca sejarah dan melihat zaman sebelum reformasi. mereka (ABRI) memiliki kewenangan dalam politik, ah betapa kacaunya pemerintahan kita? berhadapan dengan uang saja mereka kalah. apalagi dengan politik? oh, bukan hanya mereka. melainkan kita semua, tak bisa dipungkiri, para aktivis yang berteriak kencang ditahun 1998 pun banyak yang mengingkari janjinya dimasa muda, terlena pula mereka dengan uang. apalagi seseorang yang telah mengerti betul arti dari jabatan dan politik itu sendiri?

betapa kacaunya bangsa ini, KKN ada dimana" namun kita hanya diam dan melihat? syukur" masih menyadari dan mengkritisi melalui sosial media, namun apa yg diharapkan lagi? anak muda telah kehilangan idealisme mereka. ksana ksini menjilat politisi untuk menjaga kursi. lucu. benar kata Tan Malaka, idealisme adalah kemewahan terakhir generasi muda. 

namun yasudahlah, mau bagaimana lagi? Perkuliahan yang katanya tempat paling suci untuk berpolitik tak lain hanya menjadi kaki dari partai politik itu sendiri. menjadi bahan percobaan politik dalam lingkup yang lebih kecil. 

semoga bangsa ini baik" saja, meskipun sudah menjadi tempat para tikus berkuasa.

cerdaslah seperti ular, dan munafiklah seperti merpati.

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...