Selasa, 18 Juni 2024

Gadis payah

mungkin sebaiknya aku mati 
toh, tak kan ada yang tau mengenai kematianku
mungkin, aku akan mati dikala sunyi
dikala dingin malam menerpa ragaku 
atau aku akan mati diantara megahnya alam
namun, jika demikian akan banyak org yg kesusahan 

berbicara mengenai pahala,
dosapun aku tak mampu membayangkan 
betapa menumpuknya ia dihadapku
bahagia?
untukku? 
ahh akupun ragu
tuhan selalu sewenang-wenang memberi cobaan dalam hidupku
tanpa menuntun, jalur mana yang sebaiknya kutempuh

mengapa aku meminta Tuhan menuntunku? payah. 
kau tau? hal paling menyebalkan adalah "kau juga membenci dirimu sendiri"
jangankan orang disekitar, membayangkan diriku saja aku jijik
kata seseorang aku adalah karya yang gagal
sepertinya itu benar
karna tak ada yg kusukai dari diriku
aku muak, berada dalam hidup yang menekik
memaksaku berdiri
namun akhirnya tetap terjatuh berulang kali

"bersyukur lah tuhan tlah memberimu kehidupan".
kalimat penenang yg menjengkelkan 
apa gunanya hidup jika terus menderita?
aku tau, tuhan akan membenciku jika aku berkata demikian 
namun,
ah, jangankan tuhan, aku pun membenci diriku sendiri.

Kamis, 06 Juni 2024

Gadis kecil yang patah

Oh, gadis kecil yang patah
kasihannya dikau
ia selalu ditimpa kemalangan 
kesana kemari dengan kaki telanjang
sekujur tubuhnya gemetar, batinnya menangis kencang

oh, gadis kecil yang patah 
menitih separuh langkah dengan goyah 
diantara manusia yang menghardik dengan kacamata kuda
ia menangis mencari arah
namun tak kunjung menemukan tujuan

heii gadis jalangg
heiii anak durhaka
nerakalah tempat akhir kau untuk tinggal
tak pantas kau hidup didunia!

tau apa mereka tentang hidupku?
mengapa mereka menghakimiku sedemikian rupa?
taukah mereka didalam pakaian ku ini terdapat banyak lebam biru mulai menghitam?
taukah mereka dibalik tawaku ini ada tangis yang ku sembunyikan rapat?
dan taukah mereka jiwaku ini telah mati dan bantinku koyak tak karuan?
mereka tidak tau!. lalu mengapa? mengapa mereka melontarkan ucapan ucapan fana kepadaku? 
tanyanya sembari menahan amarah

oh semesta, apakah kau mendengar tangisku?
hilanglah diriku hilang
maka aku akan berlari dalam ketiadaan 
retaklah dendamku dalam kesunyian
memikirkan cintapun aku enggan

Minggu, 02 Juni 2024

Karya yang gagal

ibu, bolehkah aku menangis dalam pelukmu?
bolehkah aku merenung disisimu?
bolehkah aku mengeluh tentang hari" berat yang kulalui?
bolehkah aku bercerita tentang resah, sedih, dan bahagia ku?

bu, mengapa tatapanmu begitu dingin padaku?
mengapa telapak tangan selembut sutra itu sangan panas mengenai tubuhku?
mengapa suara indahmu menjadi pedang yang menusuk jiwaku?

bu, rasa rasanya dunia yang kulalui cukup berat
aku hampir kehilangan arah
aku bingung menemukan jalan
aku berlari kesana kemari, melakukan yang terbaik agar tidak mengecewakanmu

bu, jika ruang kosong yang ada diantara kita tak pernah dapat dihilangkan, maka tak mengapa..
aku tak pernah membenci engkau, aku tak pernah menyalahkan engkau atas hal itu
bu, aku akan mencintaimu selalu, 
walau ku sembunyikan rapat rapat, didalam relung jiwaku.

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...