Mengapa gerangan aku dilahirkan,
ke bumi yang riuh namun terasa asing,
di antara hari yang terus berjalan,
sedang jiwaku kian letih dan genting?
Dadaku sesak menahan resah,
pikiranku penuh oleh ingatan
ingatan tentang luka yang tak kunjung sudah,
ingatan tentang pedih yang enggan berkesudah.
Aku telah menempuh segala daya,
aku telah berusaha
Maafkan aku, wahai jiwa,
jika hari ini aku begitu lemah
jika di tiap tiap harinya engkau berada di ambang kematian
aku penuh segala gundah.
kepalaku hampir pecah
Memori itu
masih menyala di dasar jiwa,
membakar perlahan setiap sudut rasa,
hingga aku lupa bagaimana cara untuk
percaya bahwa esok masih ada yang indah.
Aku tidak tahu
berapa lama lagi aku, sanggup bertahan,.
aku ingin mengadu, tapi aku tidak tahu. kepada siapa?
aku ingin memejamkan mataku dan tidur dalam waktu yang lama, lama hingga segala ingatanku tentang rasa sakit ini, memudar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar