Selasa, 04 Maret 2025

Mawar yang tak kau damba

Tuan yang ku cinta,

mungkinkah masih ada seonggok pesan darimu yang masih

kunanti dengan bahagia?

mungkinkah masih ada sekilas senyummu yang datang

membawa kabar gembira?

kabar kabar suka menjadi duka,

kita terpisah tanpa aba - aba

Mengapa?

Tuan yang ku cinta,

Bolehkah aku menyimpanmu di sudut hatiku yang paling dalam?

di dalam ruang sunyi tanpa bayang-bayang kelam,

Bolehkah aku mencintamu di akhir nafas yang ada?

dalam detik-detik sepi yang terus merayap,

sembari mengucap namamu tanpa suara,

menjadi rahasia yang tak seorangpun mengetahuinya

Tuan yang ku cinta,

aku mencintaimu dalam diam dan pasrah

dalam ketidakmampuan

dalam bayang angan

dan, dalam kerinduan yang amat dalam

jikalau aku adalah mawar yang kau damba,

akankah engkau memilihku di kehidupan selanjutnya?

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...