Sabtu, 22 Februari 2025

ada tuan yang datang di dalam sudut pelampiasan

Sejak denganmu, luka-luka yang dulu menganga,

perlahan meredup dalam cahaya yang kau bawa.

Aku lupa bagaimana rasanya tenggelam,

karena hadirmu adalah tepian tempatku berpulang.

Sejak denganmu, dunia terasa lebih hangat,

aku mulai memperhatikan riasan di wajahku

memilih warna-warna lembut untuk menyelimuti hari,

dan tidur dengan teratur, seolah hidup kini lebih berarti.

Aku lebih ceria

seperti semesta menitipkan senyum di sudut bibirku,

yang tentunya akan merekah kapan saja.

Langit yang dulu hanyalah atap mendung

kini lebih biru, lebih luas, lebih bermakna.

Bahkan hujan yang dulu kubenci,

kini terasa menenangkan,

seakan akan membisikkan rindu dalam alunan rintiknya.

Kau adalah alasan aku menjadi lebih peka,

menyadari bahwa setiap tatap, setiap senyum,

setiap detik bersamamu adalah simfoni lembut,

menjadi harmoni yang meneduhkan jiwa.

Aku ingin lebih baik, bukan karena kau meminta,

tetapi karena kehadiranmu mengajarkanku cara mencintai dunia.

Minggu, 09 Februari 2025

little sadness

My father is a good man.
He loves his wife and treats her with kindness and care.

But with me, it’s different.
It feels as if I am not his own flesh and blood.
His presence is cold, his words distant—almost as if I am a stranger to him.

Sometimes, cruel words slip from his lips.
He tells me I am a woman unworthy of love.
Other times, he says that if something were to happen to me, he wouldn’t care.

And he proves it.

While other girls turn to their fathers for comfort in times of pain,
I have no one to turn to.
I have only myself to rely on.

How can a man be so loving to the woman he cherishes, yet so heartless to his own child?
Am I truly a failed creation, just as my mother once said?

“mengapa engkau tidak melonte saja (?)”

ah, jangankan melonte. aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin. ​ jujur saja, terkadang aku membenci tubuhku., lipatan lemak yang ...