kubiarkan sembari membisu
ku bungkam erat mulutku
agar tak ada seorangpun yang mendengar tangisku
tubuhku terseret arus
semakin lama semakin jauh
aku tenggelam
terbentur karang
hanyut ditelan lautan
semakin dalam
tatapanku buram
semakin gelap
aku ketakutan
wahai sang pencipta,
bolehkah aku bertanya?
apakah arti dari harapan?
mengapa aku selalu gagal?
jika aku menyerah, apakah engkau akan tertawa?
jika dunia hanyalah permainan,
lantas mengapa aku bukanlah pihak pemenang?
mungkinkah engkau hanya bermain main saja?
diantara bosan, kau ciptakan aku sebagai mangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar