kota angin katamu
entah apa yang membuat ku terpesona pada malam itu
entah bintang" yang terlihat indah meskipun jauh
atau, hatiku yang perlahan luluh
aku suka memperhatikan raut wajahmu
sembari kau perlihatkan senyum itu padaku
ah tuhan, jantung ku!
teriak batinku dengan sedikit malu
kala itu, malam terasa sendu
seakan akan semesta mendukung ku
alam menggebu gebu
rasa hangat menerpa sekujur tubuhku
aku tak tau,
malam itu aku mempertaruhkan mimpiku
pada kota itu,
kota dengan seribu luka dan bahagia ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar