ah, jangankan melonte.
aku saja jijik pada tubuhku setiap kali bercermin.
jujur saja,
terkadang aku membenci tubuhku.,
lipatan lemak yang menelan jemariku.,
ukuran besar pada buah dada
yang memberatkan aktivitasku
dan aura yang membuat diriku terlihat lebih tua ketimbang umur asliku
suatu waktu aku menatapnya di cermin kamarku
tanpa sehelaipun kain yang membuatnya terlihat jelas betapa buruk
menimbang setiap lekuk,
setiap noda.,
setiap dosa.,
pada telanjangnya diriku
seakan dunia menandai betapa kurangnya aku.
lalu aku akan berkata pada sang kekasih,
mau kah kau bercinta denganku?
tanpa memandang bagaimana tubuhku?
masihkah kau nafsu meniduri aku?
yang penuh luka sayat hidup yang jenuh?